Gila Indah

Aku penggila kata-kata indah,
yang tiba-tiba terpana dengan sentuhan bahasa yang datang entah darimana. Kadang mata ini bisa saja menemukan sumber keindahan itu, lalu berkaca-kaca. Telinga pun berkonspirasi, bisa saja ia mendengarkan hal yang mampu meneteskan embun ke kalbu yang jauh letaknya.
Tadinya kukira ini yang dikatakan picisan. Yang orang bilang jangan termakan oleh rayuan manis belaka. Yang ditakutkan orang tentang mulut yang tak seirama dengan perbuatan. Tapi aku percaya, yang namanya bahagia datangnya dari hal yang indah, walaupun kadang mendapatkannya tidak mudah atau sesempurna kisah fiktif.
Seperti ingin menorehkan emosi di atas kanvas, jemari pun tak punya rasa malu ingin berkata sama. Entah sampai rasa yang dituangkan ke dalam kata-kata ciptaan diri, tapi kuyakin akan indah pada masanya.

Aku penggila kata-kata indah,
yang mungkin lama-lama orang bosan membaca bongkahan-bongkahan itu. Seakan melihat langit yang kelabu seminggu penuh, atau alas meja yang itu-itu saja hingga sewindu lamanya.
Tapi aku bahagia. Ia tidak terkungkung terlalu lama di benak dan rasa. Merangkai kata seperti melepaskan yang terikat kuat, seakan membiarkan anak berjalan tanpa dipapah, atau layaknya menerbangkan anak burung yang tadinya patah sebelah sayapnya.

Aku penggila kata-kata indah,
Ketika berjumpa dengan yang serupa, siapa yang tak gembira hatinya. Ketika menemukan rasa yang sama, siapa yang tak tenang tidurnya. Ketika ada yang jalan beriringan, siapa yang tak merasa ringan langkah kakinya.
Maka kujumpai untaian pujaan pada Sang Khaliq di setiap kata-kata indahnya. Yang menciptakan isi langit dan bumi, mulai semilir angin senja hingga laut yang tak terkira luasnya. Yang menciptakan makhluk sekecil semut hingga makhluk seberuntung manusia.
Dan perjumpaan pada masa mendatang pun hadir di balik keindahan kata-kata yang terangkai elok. Entah akan menjadi benar adanya, entah tak sempat menjadi nyata, semua harapan sudah berkumpul. Jika tak sampai waktu menjadi lakon bersama, paling tidak sudah kutanamkan bahagia disana. Jika habis masa menginjakkan kaki di tanah, rindu sudah lebih dahulu sampai untuk masa depan. Bersama rumah, perjalanan hingga dua cangkir kopi di setiap paginya.

Aku penggila kata-kata indah,
Para pelaku seni itu sebenarnya berteriak keras luar biasa. Ada raung tangis di dalam karyanya, ada sorak sorai di setiap torehan kuasnya, ada kasih yang terlalu murah untuk diutarakan di setiap kata-kata indahnya. Dan ada rasa syukur, di setiap luapan emosinya.

Salam,
Saya

Selasa bersama tapi terasa beda. 121217

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: