Monthly Archives: September 2017

Jam Gadang Terletak di Kota …… ?

Masih ada yang jawab : PADANG ?!

Huft. Mungkin rekan-rekan yang lain, khususnya yang punya ikatan batin dengan kota-nya Jam Gadang, sering mengoreksi jawaban itu. Capek juga ya guys, hahahaa..

Kebanyakan yang menjawab begitu adalah orang-orang yang lahir dan berkembang di luar Sumatera Barat, atau beberapa di antaranya di luar pulau Sumatera. Dari orang-orang yang saya koreksi jawabannya (kesannya udah banyak banget ya, hahahaa.. tapi ya emang banyak), mindset mereka adalah : seluruh wilayah di Sumatera Barat (SumBar) beserta segala detilnya itu adalah Padang. Orang yang asalnya dari SumBar berarti dia Orang Padang. Bahasa daerahnya (Bahasa Minang) adalah Bahasa Padang. Makanan khas daerahnya, Makanan khas Padang (padahal tiap daerah di SumBar ada makanan khasnya masing-masing sesuai dengan hasil alamnya). Pakaian daerahnya (yang setiap daerah juga ada khasnya masing-masing) disebut Pakaian adat Padang. Duh duh duh =’D

Memang tidak diharuskan menghafal semua kekhasan di sub-sub-daerahnya, tapi paling tidak orang-orang non-Padang akan lebih merasa dihargai dengan sebutan nama propinsinya (Sumatera Barat) atau kalau kepanjangan rasanya terdengar fair dengan menyebut”Minang”. Minang, atau Minangkabau, terdaftar sebagai salah satu suku di Indonesia yang terletak di Sumatera Barat dan sekitarnya. Kalau di dalam pelajaran anak sekolah di Minang (ga Padang doang lo ya, hehee), yaitu muatan lokal Budaya Alam Minangkabau (BAM), ranah atau wilayah Minangkabau itu bukan hanya Sumatera Barat, tapi juga daerah-daerah di sekitarnya. Beberapa daerah di luar propinsi SumBar tapi lokasinya dekat sekali dengan SumBar, seiring waktu dihuni oleh orang Minangkabau dari SumBar sebagai wilayah rantau. Nah, makin pusing kan… jadi Minang itu ga cuma di SumBar doang, apalagi di Padang doang 😅

Saya termasuk salah satu orang yang punya ikatan batin dengan Sumatera Barat. Lahir dan menikmati masa perkembangan sampai awal remaja di kota yang ada Jam Gadang-nya. Yes, BUKITTINGGI. Itu dia jawaban dari judul di atas tadi. Jadi yang jawab PADANG nilainya 0 yaa 😄 Ketika pindah sekolah ke kota-nya Gudeg (kalo ini masih ada yang salah ga jawabannya? –“), setiap kenalan, saat jam pelajaran ataupun saat berbincang-bincang dengan guru, teman, atau orang-orang baru di sekitar, saya maklum kalau ga semuanya paham dimana letak Bukittinggi itu, ada yang belum pernah dengar juga (masih batas wajarlah kalau anak SMP belum tahu kota-kota selain ibukota propinsi). Mungkin beberapa yang tahu (selain orang Minang) adalah perantau dari pulau Sumatera, orang yanh punya relasi asal SumBar, atau yang suka ngebolang. Jadi setiap ditanya “asalnya dari mana?” saya lebih memilih jawaban Sumatera Barat. Bahkan jawabannya masih dipakai sampai sekarang (asalkan pertanyaannya bukan “asli mana?” Hahahaa, beda lho ya). Dan, kebanyakan orang akan merespon “Ooh, orang Padang ya Mbak.” Hmmmmm 😂 Sewaktu SMP saya masih belum terima, selalu saya timpali dengan jawaban yang benar. “Bukan, Padang itu ibukota SumBar. Saya di Bukittinggi nya. Sekitar 2jam an dari Padang,” kurang lebih begitu. Kadang masih saja dijawab “Ah, kan dekat, masih bisa dibilang termasuk Padang kok itu.” -___- Kemudian di rumah saya ngomel-ngomel, story telling kalo tadi ada yang bilang saya dari Padang. “Orang dari Bukittinggi kok dibilang dari Padang. Jauhlah..” Hahaa.. jiwa anak pubertas yang masih tinggi egonya dan belum bisa menerima mindset orang luar SumBar. Ditambah lagi kelekatan dengan Bukittinggi masih belum sepenuhnya hilang (kalo anak jaman sekarang bilangnya susah move on). Dialek, walaupun di rumah sejak kecil berbahasa Indonesia, juga masih kental Minang nya. Kadang juga masih ada beberapa istilah yang sulit dibahasaIndonesiakan. Oke, yang ini kita bahas besok-besok deh ya :))

Jadi intinya… ini salah satu curhatan dari salah satu orang yang punya relationship dengan ranah Minang. Kadang masih aja suka gemes liat orang-orang berkunjung ke lokasi-lokasi kece di SumBar, tapi statement nya @ Padang. Lagi di Istano Baso Pagaruyuang, bilangnya di Padang. Lagi di Maninjau, locationnya di Padang. Lagi selfie di depan Jam Gadang, Ngarai Sianok, Gunung Marapi-Singgalang, Lembah Anai, Lembah Harau, tetep aja di Padang. Kalau Sumatera Barat, masih included lah. Tapi sekali lagi semoga kita bisa sama-sama belajar untuk menjadi pengguna social media yang smart dan cermat.

Okay, kurang lebihnya saya mohon maaf 🙂 Wassalamu’alaikum…

Salam,

Saya

12092017. Hayati nan taragak jo ranah Minang 😀

Advertisements
Tagged , , , , ,
Advertisements