Meja Runding

Rasanya akan sangat damai memiliki sebuah ruangan lepas di belakang rumah, bertanamkan pohon rindang menyejukkan. Bersanding pula dua kursi taman dari kayu pohon kelapa. Warnanya coklat tua, serasi dengan warna tembok yang divisualisasikan dengan warna alam. Ah amboi!


Terhidang di antaranya dua cangkir kopi di atas meja berbahan serupa dengan sepasang kursi tadi. Tak payah membentuk kayu cantik itu menjadi meja ini, kupikir. Ia hanya berbentuk persegi panjang, berkaki empat, dan sedikit celah di bawah meja tempat buku, majalah, dan buku gambar anak-anak diletakkan agar tak basah jika kopi tumpah ruah. Tidak seperti kursi, meja kotak itu telah ada lebih dulu, didesain khusus oleh ayah sang perempuan pada masa belum ada tuan yang datang menjemputnya.

Meja unik yang berdiri semampai di balkon belakang rumah itu akan menjadi saksi berbagai warna yang hadir di dalam keluarga itu nanti, seperti juga di hari-hari kemarin. Bahkan ia menyaksikan sebuah kursi panjang tambahan hadir di depannya, karena anggota keluarga yang bertambah seiring waktu dan butuh lebih banyak ruang untuk berguru. Jika ia seorang anak bumi, akan berbesar hati ia menyaksikan semakin banyak kegiatan yang tercipta di sudut ruang favorit keluarga itu. Apalagi atas dasar bahagia.

Jauh sebelum keluarga ini berisik dengan riuh tawa yang renyah dari para bocah, meja itu telah difungsikan untuk banyak momen. Ketika tamu keluarga datang, meja ini terisi penuh dengan hidangan lezat buatan tangan para ibu. Ketika dilanda suatu masalah, sang ayah memberitahukan putusan, di meja ini. Ketika si anak hendak merundingkan rencananya melanjutkan pendidikan, ayah dan ibu mendengarkan sambil menyimak gambaran masa depan anaknya di atas meja ini. Bahkan ketika akhirnya seorang tuan pemberani yang telah memenuhi perbekalannya datang ke rumah untuk mencalonkan diri menjadi pemimpin hidup si gadis, pun dirundingkan di meja ini, mulai dari kata hati si anak hingga rincian daftar undangan resepsi. Banyak cerita hidup di atas meja ini, runding ini-itu agar menyatu.

Di rumah baru, sang meja kembali memainkan perannya. Kali ini dengan dua kursi tunggal dan satu kursi panjang, bersama keluarga muda. Suka duka hadir disini, menciptakan warna khas keluarga inti. Mulai dari memberanikan diri menyatakan perasaan cinta dan tidak suka, hingga mengalah ketika ego terlalu keras. Pasangan muda akan punya rasa egois yang masih segar, tuntutan perfeksionisme yang tinggi, belum lagi tuntutan kewajiban sebagai suami/isteri dan orang tua. Disanalah indahnya berkomunikasi. Saling bercerita tentang kegundahan. Meluruhkan kerasnya hati dan mencairkan pikiran yang buntu. Dengan suasana damai di balkon belakang rumah ini, semua ion-ion negatif itu dapat tereduksi dan kembali merekah senyum.

Saat anggota tim keluarga bertambah pun, spot rumah di bagian itu masih menjadi andalan. Tangis si bayi seketika hilang ketika ia hening dan mendengar gesekan-gesekan daun disana. Dibuai-buai di kursi belakang, ditontonkan mainan lucu di meja sana. Keluarga yang mampir pun dapat menyaksikan si bocah belajar berjalan di rumput taman sambil menyantap cemilan ubi goreng dan teh hangat. Yang tua memberi saran tentang cara merawat anak pada si ibu muda, juga cara merawat tanaman dan perabotan pada si ayah muda. Jika saja silaturahmi itu sirna, tak ada komunikasi. Apalagi solusi.


Sekali lagi, komunikasi, menjadi keindahan dari sebuah permasalahan. Jika menjanggal, tanyakan. Jika tak senang, katakan.

Walau tak semua tanya datang beserta jawab,

dan tak semua harap terpenuhi.

Ketika bicara juga sesulit diam,

utarakan, utarakan, utarakan...

(Banda Neira-Utarakan)

Selamat berunding!

Created on Tue, 22082017.di balik awan angan dan harapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: