Monthly Archives: May 2017

Melodi Perekam Memori, Peredam Emosi

Sore itu langit mengalihkan duniaku. Terlalu indah untuk diacuhkan, maka kuberikan sedikit waktuku menikmati awan berlatar langit jingga. Diam di tempat, memandang ke arah atas sekitar 45 derajat jarak pandangku. Bersama segelas cappucino atau minuman berasa yang hangat, lagu indie atau semacam alunan akustik, dan sebuah buku penyemangat : pasti perfecto, pikirku. Sayangnya nada-nada sekitar sedang hiruk-pikuk.

Bersama segelas cappucino atau minuman berasa yang hangat, lagu indie atau semacam alunan akustik, dan sebuah buku penyemangat : pasti perfecto, pikirku.

“Ting..tong..ting..tong,” bunyi bel stasiun penanda kereta datang dan pergi mengusik momen indahku. Ah ya, tiketku! Bergegas memeriksa kode pemesanan tiket dan menyiapkan kartu identitas, aku mengarahkan langkah ke sekitar loket. Tapi yang dicari tidak bersua. Ternyata mesin pencetak tiket mandiri ada di seberang sana. Stasiun itu tidak cukup besar, tapi cukup banyak orang yang naik-turun disana. Saat itu sedang akhir pekan yang agak panjang karena tanggal merah di hari Kamis, sekaligus akan menyambut hari pertama ramadhan, tak heran banyak perantau yang rindu untuk pulang. Termasuk aku.

1496162669359

Menginjakkan kaki ke dalam stasiun, masih 1,5 jam sebelum keberangkatan kereta. Masih banyak kursi tunggu belum bertuan, segera kupilih yang sudut pandangnya menenangkan di depannya. Paling tidak masih sempat aku nikmati teh tarik yang tadi kusedu di mini market bersama sepotong roti, pengganti makan siang yang aku lewatkan karena harus segera mencapai stasiun sore itu. Di depanku langit senja yang rupawan masih terpampang, kali ini bersanding dengan rangkaian gerbong kereta di peron. Aku ingin segera merealisasikan momen enak yang tadi aku bayangkan : minuman hangat ✔, buku ✔, hanya kurang lagu. Headset segera dipasangkan ke balik jilbab. Kubuka handphoneku agar segera memilih lagu yang bisa menemani, oh tidak! Tanpa komando atau pamitan ia langsung mati di tempat… Momen indah kembali terlewati, seperti patah hati karena tidak ditemani 💔

Momen indah kembali terlewati, seperti patah hati karena tidak ditemani

Hidanganku tidak ternikmati dengan syahdu, dan kepala mulai sakit karena suara bising dan panganan yang belum tersuap. Yang harus ditemukan sekarang adalah charging area. Tapi akan lebih aman jika aku mengisi ulang baterai handphone di dalam kereta, itupun jika kereta sudah tiba. Beruntungnya, ia telah di depan mata. Destinasi langkahku semakin mantap, ingin segera meletakkan tas ranselku, menyeruput teh dan mengisi ulang energi untukku dan untuk handphoneku.

Ternyata kursiku berlawanan arah dengan jalan kereta. Ah sudahlah, protes pun aku percuma. Yang penting aku tiba tepat pada waktunya, selamat dan sehat sampai disana. Keinginanku tak lagi muluk-muluk setelah menghadapi hal yang lebih bapuk daripada sekadar kursi yang melawan arah. Jika boleh mengambil istilah dari seorang temanku, kursi itu “berjalan ke depan menghadap ke masa lalu”.

Sambil menikmati makanan dan minuman, tiba-tiba ada suara musik dimainkan. Kukira pihak kereta api memutar lagu untuk menghibur penumpang sebelum kereta berangkat. Ternyata bukan, setelah kuselidiki sumber suaranya. Ia datang dari sisi sebelah arah belakangku, di kursi paling ujung dekat pintu pembatas gerbong. Seorang laki-laki berusia senja memutarkan lagu keroncong. Aaah, teduh luar biasa! Diriku yang tadi kemrungsung sana-sini, yang juga mengidamkan lagu yang syahdu menemani, diberikan olehnya. Seakan ia tahu yang aku butuhkan, walaupun aku yakin ia tidak ada niatan semacam itu.

Aku ingat tadi beliau sedang menelpon ketika aku masuk. Sepertinya menelpon isterinya, yang meminta dibelikan oleh-oleh sebelum tiba di stasiun. Volume suara musiknya lumayan keras, aku yakin penumpang di ujung lainnya bisa mendengarkannya. Biasanya, orang-orang akan risih dengan suara musik orang lain, apalagi dengan volume keras. Tapi beliau tidak. Antara tingkat toleransi penumpang di gerbongku yang sangat tinggi, atau memang jenis musik ini diterima dan dinikmati setiap orang. Aku tak kenal dengan lagu pertama, tapi aku bisa menikmatinya. Menyeruput teh tarik hangat kemudian memejamkan mata…. subhanallah 🙂

Aku tak kenal dengan lagu pertama, tapi aku bisa menikmatinya. Menyeruput teh tarik hangat kemudian memejamkan mata…. subhanallah 🙂

Terbayarkan sudah, kebutuhan sepenggal jiwaku yang sedang haus akan melodi teduh saat itu. Benar-benar terbayar. Rangkaian lagu selanjutnya mulai aku kenal, seperti Sepasang Mata Bola, Selendang Sutera, Jembatan Merah, dan lain-lain. Lawas tingkat dewa, tapi aku bahagia! Betapa musik bisa meredam emosi menjadi stabil kembali. Playlist itu kemudian berhenti, dan kembali dimainkan oleh sang kakek sekitar pukul 00.00. Aku tahu betul, karena aku sedang tidak bisa tidur, entah kenapa. Senyum sumringahku kembali terukir ketika mendengar alunan nada dari handphone si kakek, berhasil melarutkanku terlelap tanpa jiwa yang padam.

Dan seperti memoar lagu-lagu yang mengingatkan kita pada kenangan akan suatu kejadian atau seseorang, rangkaian melodi itu berhasil merekam memoriku saat itu, malam 1 Ramadhan di tahun itu. Terima kasih, Kek ❤

Salam,

Saya

30052017. @ jogja, kota tujuan dan peraduan

Advertisements

Accelerate Mission : BOOM!

Seperti yang aku janjikan (pada diri sendiri), hobi ini akan kubangkitkan dari tidur panjangnya. Even ngalah-ngalahin sleeping beauty yang tidur gara-gara kena jarum, ni hobi bisa aja gitu tidur tanpa peristiwa traumatik apapun even ketusuk jarum :/

 

Well then I am thinking. Aku melalui banyak jalan, menikmati setiap momen perjalanan, menghadapi aneka ragam fenomena, terkhusus beberapa waktu belakangan. Mengingat janjiku pada seorang teman juga di penghujung tahun lalu, dan ditambah lagi beberapa hari lagi 1 Ramadhan. Obral pahalaa besar-besaran yang rugi bagi seorang muslim kalo cuma sedikit menebar kebaikan.

 

Sooo..hereby I made you a tumblr account!!!!!! Yeay! (Am i the only one who getting excited with this?! Okay never mind :D)

Terima kasih untuk temanku yang menghasutku membuat akun tumblr (dulu dah pernah bikin tapi failed berkali-kali. Sekarang tiba2 semangat lagi). Jadi tumblr ku ini didedikasikan untuk wadah ibadahku started from Ramadhan, which is beberapa hari lagi. Selain ibadah shalat, shadaqah, tadarus, hafalan, dll, I’ve been thinking. Ga jarang aku kebingungan harus ngapain di bulan Ramadhan ketika sedang “libur”. Yeah, that’s a female thing. Bete luar biasa, honestly, target tadarus jadi harus paused dulu, orang shalat kita diem aja. This time I wont let my self drowned. Sekarang gue punya tumblr!!!! Mwehehee.. lagian, ada banyak part yang pengen aku sharing, and wont let it expired to share!

Ga ada salahnya merencanakan to-do-list ibadah, just like listing our duties daily. Selain ibadah rutin,inginku setiap hari selama bulan ramadhan aku bisa menyumbangkan sebuah postingan di tumblr ku. Anything, that I wanna share with, on that day. Semoga hanya kebaikan yang ada, kalo ada buruknya tolong ingatkan saya.

 

Kenapa ngomongin tumblr di wordpress woy? Wkk.. Ga ngajak ribut kok… aku sudah mengestimasi pembagiannya…

So every Tuesday, i am yours, wordpress. Walaupun teteup lah, di share ke tumblr juga, supaya tetap terealisasi niat tiap harinya disana.

 

Screenshot_2017-05-24-05-46-59_1

Semoga senantiasa istiqamah dan bermanfaat. Aamiin.

OIYA! nih websitenya : http://aweekwithouttuesday.tumblr.com

 

230517.for my tue-due, planning ramadhan’s missions, sampe udah hari rabu aja. Hahaa

Kekuatan Sebuah Karya

“Create something when you wanna say a thing but you can’t.”

Tidak semua lidah mahir berucap. Kadang terbelokkan oleh emosi negatif dan ego yang menancap, atau keberanian yang belum mantap.
Tidak semua hati sesuci nabi. Manusia biasa tidak luput dari putus asa, iri, malas hingga benci.
Ada yang bisa mengeluarkan energi jelek ini dengan baik, pun tidak sedikit yang tidak. Berlaku bijak memang pilihan, tapi tidakkah mulia belajar bertindak?
Tidak perlu kita jabarkan seperti apa penyaluran yang tidak sehat. Aku memang bukan penasihat, tapi aku bisa membagikan sedikit ilmu yang pernah kupahat.

 

Processed with VSCO with m5 preset

 

 

Pribadi yang ekstrovert lebih suka berlaku dengan lisan dan gerak. Olahraga, pilihan yang bijak. Gerakan aktif lebih mampu membuat uneg-uneg terkuak. Ada juga yang menjadikan masalahnya sebagai semangat penggerak, berusaha menciptakan solusi agar yang lain juga melakukannya dengan kompak. Beberapa menyampaikannya dalam bentuk cerita, kepada rekan dan juga khalayak. Generasi Y kini mulai menyalurkannya secara visual di YouTube dan juga media lainnya yang marak. Siapa tahu gagasan kita memotivasi orang banyak.
Rekan lainnya memilih jalur yang berbeda. Tipenya yang tidak banyak bicara sebenarnya punya banyak idea. Jika kata-kata berat terucap, ia mengalunkannya dalam nada. Pun jika tak cakap, rangkaian kata selalu menjadi jagonya. Menjadi sebuah karya ilmiah hingga sastra. Diam pun bisa menghasilkan banyak hal dengan banyak cara, seperti prakarya dan yang lainnya. Meracik bumbu penikmat rasa, merajut benang menjadi benda, mengabadikan sesuatu dalam kanvas dan kamera, merakit bahan menjadi berguna. Gila. Kadang aku sudah cukup bahagia melihat karya-karya itu melawan asa.

PhotoGrid_1494063288214
Mereka yang berkarya pantas saja kaya, akan ilmu dan ketenangannya.
Salam,

Saya.

 

Djogdjakarta, kota yang kaya akan karya. 09052017