Di Antara Gerbong Kenangan dan Gerbong Harapan

Dear #Perjalanan,

Terima kasih sekali lagi telah menghantarkanku berjalan dari gerbong paling belakang ke gerbong tempat dudukku berada. Sengaja aku masuk dari gerbong pangkal, agar tidak ketinggalan darimu. Aku diberi waktu banyak, jadi ada jatah untuk menikmati masa-masa berjalan menuju tempat dudukku bersamamu.

Hingga akhirnya aku tiba di gerbongku dan mulai menfokuskan penglihatan minus banyakku mencari tempat dudukku, kamu memberiku kenangan.

Awalnya mengira aku akan menghabiskan waktu yang sia-sia berjalan jauh seperti ini. Kupikir, seharusnya aku naik di pintu gerbong tempat aku seharusnya berada saja, langsung berjumpa kursi kosong jatah perjalananku. Ternyata! Kau memberiku banyak cerita. Walau bukan guru, ternyata kau pintar juga memberiku pelajaran. Terima kasih 🙂

Perbincangan-perbincangan ringan kita yang begitu saja muncul di benakku setiap kali melihat sesuatu terjadi, membuat otakku bekerja. Dan tidak hanya sekadar bekerja seperti aku belajar di belakang meja, metode pembelajaranmu luar biasa. Kau mengajakku untuk mencoba berpikir dari sudut pandang yang bukan aku. “Coba pikirkan, bagaimana kalau kamu menjadi dia? Bagaimana kalau kamu tidak berada di posisi senyaman sekarang? Bagaimana kalau kamu sedang tidak membutuhkan yang kamu punya? Bagaimana… bagaimana… dan bagaimana lainnya. Hmmm interesting. Tanpa papan tulis, slide power point, jurnal ilmiah, kamu mengajarkanku hal-hal baru. Hingga akhirnya aku tiba di gerbongku dan mulai menfokuskan penglihatan minus banyakku mencari tempat dudukku, kamu memberiku kenangan. Terima kasih 🙂

1487691589395

Di antara (gerbong) kenangan dan (gerbong) harapan

Dear #Perjalanan,
Aku mendapatkan kursi yang nyaman. Aku duduk di samping jendela, dan arah kursiku searah dengan arah kereta. Sesekali aku tertidur ketika lelah melihat pemandangan yang berjalan cepat dari titik tumpu posisiku, sesekali aku terbangun dan tersenyum melihat hijau-hijauan pemandangan yang dilewati. Kadang aku memandang pegunungan dan pemandangan-pemandangan damai itu, kadang berganti menjadi daerah pemukiman padat tidak tertata, kadang bahkan perkotaan dengan gedung-gedung pencakar langit. Semua pemandangan yang kulihat disini bergerak, berganti-ganti posisi dari jendelaku. Dan aku hanya duduk diam.

Pasti ada harapan di depan sana. Oh, tentu. Yang aku dapatkan dari gerbong kenangan masih kubawa.

Aku ingin berjalan seperti kita sebelumnya. Temani aku. Aku belum menjangkau seluruh bagian kereta ini. Di depanku ada beberapa gerbong lagi. Aku penasaran, ada apa disana. Mana tau, aku bisa membantu seorang renta mengambilkan barangnya di tempat barang-barang di atas kepalanya, atau mendiamkan anak kecil yang menangis karena tidak mendapatkan keinginannya. Mungkin saja ada seorang turis yang kebingungan mencari gerbong makan tapi tidak ada yang bisa berbahasa dengannya, atau bisa saja bertemu jodohku di antara gerbong-gerbong sana? Ayo kita berjalan-jalan saja. Aku sudah membawa bekal, aku juga akan membawa tas kecilku, di dalamnya ada barang-barang penting yang akan berguna sewaktu-waktu. Tapi kalau misalnya aku tidak punya yang kita butuhkan nanti… ah nanti saja kita pikirkan. Pasti ada harapan di depan sana. Oh, tentu. Yang aku dapatkan dari gerbong kenangan masih kubawa.

Terima kasih sebelumnya mau menemaniku ke depan. Aku percaya kamu akan menjadi guruku seperti di belakang tadi. Harapan sebelumnya ialah mencapai tempat dudukku, tapi kali ini untuk mencapai harapan masa depan. Terima kasih 🙂

 

Salam,

Saya.

210217. Bersama dingin yang menyelimuti kota seharian penuh, but won’t let the Tue-Due be missed :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: