Berproses Banyak Caranya

Berproses adalah PR semua manusia. Dari bayi hingga renta. Dari mengeja hingga menghasilkan karya. Dari merangkak hingga berlari. Dan dari hati hampa, hingga terisi rasa. (Riestyane, 2017)

Berproses banyak caranya. Kenapa sih sesuatu perlu diproses? Buat apa?
Coba kita mencerna dengan logika teoritis.
Alur yang sangat kita kenal sejak pertama kali belajar tentang keilmuan : INPUT → PROSES → OUTPUT

Sebenarnya sudah cukup menjelaskan. Bahwa proses itu harus dilakukan untuk mengolah sesuatu yang masuk (input) menjadi sebuah hasil (output).
Contoh sederhana : beras (input) → dimasak (proses) → nasi/lontong/bubur (output).
Contoh ini bisa menjadi sebuah analogi kehidupan kita. Ketika dilahirkan, kita adalah seorang anak yang diibaratkan, bahkan difirmankan Allah, sebagai kertas putih bersih. Tanpa tanda apapun. Kita terlahir sebagai seorang manusia yang belum tahu mana yang benar atau salah, belum tahu lebih suka makanan apa, belum tahu lebih suka berinteraksi dengan orang yang bagaimana, belum tahu apa-apa. Input.

Di hari ketika tangis kita terdengar di dunia, proses sudah dimulai sebenarnya. Bagi agama saya, ayah si anak yang baru lahir akan melantunkan azan untuk anak laki-laki dan iqamah bagi anak perempuan. Proses pertama : si anak dikenalkan bahwa ia terlahir sebagai muslim/muslimah. Dikenalkan tentang agamanya, ‘Ini nak, lantunan ajakan untuk menyembah Allah’. Di agama-agama lain saya percaya juga ada proses yang serupa, yang mengenalkan sekaligus menjadikan si anak sebagai bagian dari agama keluarganya. See? Baru lahir saja sudah ada proses.

Proses lainnya berkembang dari hari ke hari. Bagaimana si anak mulai belajar mengenal suara ibunya, merasakan kehangatan rumahnya, dan semua hal yang akan mengisi kertas putihnya tadi. Mulai dari bayi, hingga renta. Mulai dari disuguhi, hingga mencari sendiri.

Beranjak dewasa, si anak sudah menjadi seorang yang dapat berpikir sendiri. Mulai dari kepentingan dirinya sendiri, hingga muncul rasa empati untuk bergelut dengan dunia sekitarnya. Entah lingkungannya baik atau tidak, pengaruh itu berdampak ke si anak. Sayangnya ketika pergaulan yang buruk melekat padanya, menjadikannya seorang yang tidak bermanfaat bagi orang lain. Namun ketika pelajaran berasal dari lingkungan yang baik, seseorang akan berkembang menjadi pribadi yang mulia. Proses.

Ibarat beras tadi, entah akan diolah menjadi apa, itu tergantung bagaimana cara memasaknya. Jika ingin menjadi nasi, cara memasaknya beda dengan lontong, atau bahkan bubur. Tapi semuanya sama-sama bisa dimakan, dan enak dikonsumsi. Seorang manusia pun begitu. Cara berprosesnya macam-macam, dan akan menjadi orang yang berbeda-beda pula. Tidak menjadi masalah, selama memberikan faedah yang positif bagi orang lain. Output.

Contoh lain versi abstrak mungkin bisa saya tambahkan… ini soal hati. Yang seperti dikutip di atas, “Dari hati yang hampa, hingga terisi rasa”.

Pernahkan kamu mendengar istilahh ‘tidak punya perasaan’ ? Seringkali ditujukan kepada orang lain yang tidak punya rasa simpati kepada orang lain sehingga menyebabkan kondisi orang lain itu tidak dalam kondisi baik. Sebenarnya, semua orang punya rasa. Dan rasa itu banyak rasanya. Bahagia, sayang, kasihan, dll : rasa positif. Sedih, benci, kesal, dll : rasa negatif. Maka ketika sedang berproses, berhati-hatilah dalan memilih langkah. Apakah sudah mengambil jalur yang tepat untuk menjadi orang yang lebih baik, atau justru salah jalur? Salah jalur berakibat pada kepribadian yang tidak positif jangka panjang.

 

Dan soal rasa, hanya perlu dirasakan untuk mengenalnya.

Salam,

Saya.

Tangerang, 07022017. While collecting insights for my tue-due 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: