Masih Banyak Orang Baik (1)

Belum jadwalnya ngeblog (sesuai planing), tapi gapapa lah yaa.. biar ntar part 2 nya bisa di posting sesuai jadwal. Karena part 1 ini menurut saya sharingable banget 😀

Berawal dari niatan/resolusi saya untuk 365 hari tahun ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya ingin menjadi seperti mata air; menghasilkan, tapi juga mengalirkan.

Salah satu niat yang terngiang-ngiang sejak akhir tahun lalu adalah, saya ingin mencoba memberikan sesuatu untuk orang lain, walaupun pendapatan saya secara materi belum bisa dibilang pantas untuk seorang dermawan. Dan hati kecil berbisik,”Tidak harus dengan materi kalau memang berniat memberi.” Wah! Pintar juga hati kecilku. Singkat cerita, mencari akal.. Apa ya yang saya punya, ‘turah-turah’ (kelebihan), dan bisa dimanfaatkan orang yang membutuhkan.

Awalnya dimulai dari buku-buku. Lama-lama bukunya habis juga. Alih fokus ke pakaian pantas pakai. Lama-lama juga habis. Sampai akhirnya #throwback ke kegiatan2 yang sering saya ikuti sejak SMA sampai sekarang. Red Cross. Dan ini menjadi sebuah insight, “Wah bener juga! Yang ini walaupun dikasih ke orang lain, masih bisa terbentuk lagi selama masih sehat : BLOOD. Tersadar dengan ide ini, saya juga sudah pernah beberapa kali menjadi pendonor. Jadi mungkin ‘sharing moment’ melalui donor ini bisa kembali saya rutinkan.

Deal. Sekitar minggu lalu akhirnya saya menunaikan resolusi ini, premier in 2017! Alhamdulillah terealisasi, mengingat biasanya banyak planing tapi hanya berakhir menjadi wacana 😀 Nah. Korelasinya dengan judul blog ini, bukan saya yang dibilang orang baik itu. Tapi orang lain yang saya jumpai di lokasi donor darah ini.

Saya tiba di kantor PMI agak siang, karena ritual berbenah rumah tidak bisa ditinggalkan sebelum selesai. Karena berangkat dari rumah, saya pun sendirian. Sekadar informasi, buat yang mau donor, harus diperhatikan syarat2nya. Jangan mendonor saat sedang tidak enak badan, saat BB <50, saat menstruasi/nifas bagi perempuan, saat baru saja mengalami operasi/rawat inap, dll. Jadi semua syarat ini harus jujur diisi di dalam formulir, sebelum tes darah dilakukan.

Nah. Saat saya sedang mengisi formulir itu, saya diajak ngobrol dengan seorang bapak-bapak. Beliau kelihatannya sudah selesai melakukan pendonoran, bersiap-siap pulang setelah energi terkumpul lagi.

B : Sendiri aja Mbak?

S : Iya Pak, tadi kebetulan dari rumah.

B : Hoo.. Besok-besok teman-temannya diajakin donor bareng aja Mbak.. Kan bagus, kita bantu orang, kita juga makin sehat. Darah kita ga mandheg to, lebih fresh malah.

S : Wah iya Pak. InsyaAllah kapan-kapan saya ajak teman2.. Bapak sudah selesai?

B : Osudah (ngeliatin bekas suntikan).. Saya ya Mbak, walaupun saya kayak gini (nunjuk dari kepala ke arah kaki) tapi selama saya fit saya donor terus. Ini tadi PMInya minta data saya untuk apa gitu karena udah 100x lebih..

S : MasyaAllah udah lama ya Pak langganan donor?

B : Alhamdulillah.. Sering juga itu saya dipanggil kalau mendadak butuh donor goldar saya. Jadi Mbak, donor tu ga ada ruginya. Saya merasakeun betul efeknya. Dulu saya 1×90 hari, tapi sekarang sudah bisa 1×60 hari (ga tau kenapa, tapi ini dibolehkan pihak PMInya). Rasanya lebih segar. Kitanya juga, mudah-mudahan ya, dapat barokahnya juga, ya to Mbak?

S : (mangut-mangut sambil senyum-senyum) Aamin.

B : Mbaknya kalau bisa dirutinkan juga.. Masih muda, lebih bagus malah. Teman-temannya diajak, biar sehat bareng 🙂 yaudah saya pamit ya..

S : insyaAllah Pak 🙂 🙂 🙂 (ini wujud ekspresi saya senyumnya lebarrr banget membalas saran si Bapak, hahaa) Makasi banyak Pak, sehat2 terus nggih Pak.. Hati-hati..

 

Hmmmmmmm…… got any values from here? Gatau mau bilang apa, niat saya (yang belum saya share ke siapa-siapa) diperkuat oleh si Bapak. Beliau, adalah satu dari banyak orang baik di dunia ini. Dan btw, ternyata Bapak itu berjalan agak (maaf) pincang, entah karena dampak penyakit atau kecelakaan. Pantaslah beliau tadinya menunjuk kaki s.d kepalanya. Secara fisik, beliau tidak terlihat normal, tapi psikisnya lebih baik daripada orang berfisik normal yang terlalu egois memikirkan diri sendiri….. Selama donor saya senyam-senyum sendiri, walaupun cewe sendiri kebetulan, bodoamat, ‘i am doing something I love’ 🙂

 

Melalui blog ini…. saya ingin menunaikan niat berbagi itu ke teman-teman. Fyi buat yang belum merasakan, ketika sedang kritis dan butuh tambahan darah tapi stok darah habis, itu masa-masa pertaruhan nyawa. Kalau stok habis, goodbye to the world. Jadi selama sehat dan qualifued, ga ada salahnya ikut menambah stok darah untuk mereka yang membutuhkan. Dan buat yang belum donor karena alasan takut, don’t be! Kaga ada sakit-sakitnya.. tarik nafas dalam-dalam waktu petugas PMInya masukin jarum. Then it will be fine. Selamat mencoba untuk berbagi. Ga cuma sehat fisik, jiwa juga setingkat lebih sehat karena sudah melakukan sesuatu yang valuable. Semoga kita semua dalam keaadaan sehat selalu. Aamiin.

.

Salam,

Saya.

 

 

Solo, 21012017, while waiting for my friend picking me up in the middle of rainy day.

Advertisements

4 thoughts on “Masih Banyak Orang Baik (1)

  1. Keep up the good work! 👍

  2. dkcappucino says:

    karena masing-masing dari kita adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk menebar kebaikan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: