Kalah dari Si Penggoda

Sulit memang menjaga komitmen.

Sulit memang menjaga komitmen. Butuh hati yang super kuat, anti bocor, anti karat, anti kusam! Ketika memutuskan sesuatu untuk menjadi sebuah komitmen, di saat itulah setan (baca :si penggoda) punya beribu cara untuk melancarkan misinya. Misinya sederhana : menegakkan keburukan dan menumpas kebajikan! Semua yang baik-baik yang kita niatkan pasti adaaa saja ujiannya. Dan benteng iman kita sekonyong-konyong rapuh. Iya apa iya? Hahaa.. Tapi suatu saat teman-teman pasti juga pernah merasa melakukan sebuah kebaikan, atau minimal sebuah niat yang baik yang tertunaikan. Coba berbagi disini, bagaimana rasanya? Hatinya lebih lega ga? Tangannya lebih ringan ga? Stresnya hilang ga? Semua itu, kalau logikanya saya sih, terasa saat dia (penggoda) mengalami kegagalan dalam menjalankan misinya. Kita sudah meraih kemenangan dengan menunaikan sebuah kebaikan. Barakallah ❤

Misinya sederhana : menegakkan keburukan dan menumpas kebajikan!

Contoh simplenya : wacana mengisi blog seminggu sekali (pengalaman pribadi, hahaa). Bisa dilihat di bawah-bawah postingan ini, postingan saya berdebu luar biasa. Coba lihat postingan yang di awal-awal tahun (mostly bulan Januari). Tertulis ataupun tidak, saya masih ingat, beberapa tahun belakangan saya membuat resolusi tahun baru dengan meniatkan diri untuk mengembalikan hobi lawas saya (menulis), tapi dengan versi yang lebih maju (mengetik). Teknologi memang memudahkan kita, ya dalam hal ini : saya, dalam berkegiatan. Coba bayangkan pikiran yang belepotan ini saya tulis di atas kertas, pasti adegan saya di depan meja akan selalu tulis-sobek-buang-tulis-sobek-buang, hahaa.. Dengan teknologi, ketika saat ini (truely happened!) saya punya ide, saya tulis, tapi kalau jelek, ga masalah. Bisa klik ‘backspace’ atau ‘Del’. Kalau kepikiran ternyata ide yang sebelumnya lebih bagus, tinggal gandengkan ‘Ctrl+Z’ (selama belum ‘Ctrl+S’ ajasihyaa), tanpa harus menggumpalkan kertas menjadi bola dan mengulang lagi menulis dari awal. Thanks to technology for that.

Oke, terlepas dari kemudahan yang teknologi berikan dalam merealisasikan hobi lawas saya, masih saja good habit itu sulit terealisasi. Nah, ini korelasinya dengan yang tadi : ada si penggoda! Over 1 year, niatan baik untuk membiasakan diri menuangkan ide-ide ke dalam tulisan, ditutup-tutupi dengan menyibukkan saya dengan hal-hal lainnya. Padahal super sederhana untuk merealisasikannya. Tidak ada tuntutan harus menulis berapa kata, harus pakai margin berapa, harus menulis dengan tema apa,…. it’s just me. Tapi si penggoda sudah handal mengalihkannya, bahkan dari komitmen yang saya buat untuk diri sendiri. Ga habis pikir gimana jadinya kalau saya membuat sebuah komitmen untuk orang banyak kalau saya masih lemah seperti ini. Ada berapa penggoda yang siap menerkam saya. I die already x_x

 

photogrid_1444041741504_1

Ya. Saya mengaku kalah dalam menunaikan komitmen saya.

Baiklah. Jadi ini seperti pernyataan kekalahan ya? Ya. Saya mengaku kalah dalam menunaikan komitmen saya. Apologize to my blog, bahkan pernah terpikirkan menghapus akun ini karena selalu kalah dengan kesibukan-kesibukan dan mood yang naik-turun. Super lemah memang saya, segitu aja langsung kalah. Bismillah, saya akan kembali meniatkan diri untuk melakukannya lagi.  Penggodanya mungkin ketawa-ketawa ngejek ‘sok atuh coba aja. Aku cowel dikit paling gagal lagi kamu mah.’ Satu kata : bodoamat. Niat baik harus terus diusahakan seberat apapun penghalangnya. Kali ini, bantu saya untuk menghidupkan habit ini kembali. Karena suatu saat, saya bercita-cita menularkan habit ini seperti penyakit yang ditularkan virus melalui udara. Menebarkan sesuatu yang baik, sepertinya menarik kan? 🙂

……

Kesannya lebay banget yaa??? Mau rutin nulis aja ampe pergolakan hati segala kayak gitu, hahaa.. Ya tapi ini curahan hati saya sih,teman-teman. Mungkin teman-teman juga pernah mengalami hal ini tapi dengan problem yang berbeda. Tadi itu hanya contoh simple saja yang saya rasakan saat bergelut dengan penggoda. Ada banyak godaan yang saya, dan kamu, rasakan pastinya setiap kali berbuat kebaikan. Ya apa Ya? 😉

Semua orang merasa melakukan sesuatu yang baik, tapi tidak semua yang kita lakukan dinilai baik oleh orang lain. Pun ketika ingin mewujudkan kebaikan, ada rasa ragu-ragu untuk melakukannya karena tidak lazim dilakukan orang lain. #nextpost

Nah, ngomong-ngomong soal kebaikan… Saya punya sekelebat cerita yang ingin saya sharing dengan teman-teman pembaca. Mungkin akan dijadikan sebuah, atau banyak buah postingan di lain hari. Semua orang merasa melakukan sesuatu yang baik, tapi tidak semua yang kita lakukan dinilai baik oleh orang lain. Pun ketika ingin mewujudkan kebaikan, ada rasa ragu-ragu untuk melakukannya karena tidak lazim dilakukan orang lain. Seperti apa ya sharing topic selanjutnya? Tunggu! [ane]

 

Yogyakarta, norestontuesday, 170117 *wah ternyata tanggal cantik*

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: