Monthly Archives: January 2017

Masih Banyak Orang Baik (2) – Edisi #BotakinShofwan

How wonderful it is that nobody need wait a single moment before starting to improve the world – Anne Frank

Kembali dengan ulasan tentang orang-orang baik. Kita sering mendengar cerita dari berbagai penjuru bagaimana seseorang atau banyak orang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, hanya demi melihat senyum orang lain mengambang di depan matanya. Tapi itu tidak lagi sekadar cerita. Ini hari saya merasakan kehangatan dari kebaikan orang-orang baik yang tidak mendapatkan benefit apa-apa (boro-boro kontrak kerja, balik modal pun tidak!) dengan hati yang lega mendonasikan sebagian hartanya untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

#BotakinShofwan

me

Social Media Campaign for #BotakinShofwan

Sebuah kalimat bertagar yang sudah sekitar dua bulan ini tersebar di berbagai media sosial. Orang yang baru membacanya pasti ‘kepo’, “Siapa sih Shofwan?” “Kenapa dia dibotakin?” “Emang kenapa kalo Shofwan botak?” Nah. Sepertinya saya memang harus memperkenalkan rupa teman saya ini.

Bernama Ahmad Shofwan Muis. Seorang putra tanah air kelahiran Makassar, menempuh pendidikan yang kebetulan sama dengan saya, di Universitas Sebelas Maret, Solo. Berpengalaman merantau sejak kecil dengan tujuan mendapatkan pendidikan yang lebih baik, teman saya ini tumbuh menjadi seorang yang sangat mengenal keberagaman kehidupan sosial dan budaya. Selama kuliah, pelajaran hard skill kurang cukup baginya. Berkembanglah ia menjadi Shofwan dengan soft skill yang terasah dan semakin terasah, hingga sempat menjabat menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI), mengikuti berbagai kegiatan sosial dan organisasi di dalam dan luar kampus, termasuk sebagai ketua Young On Top (YOT) Solo. Okay, let’s not saying any good things about him too much. Hahahaa 😀

Sekarang ia sedang menempuh proses akhir untuk meraih gelar sarjananya. Berkaitan dengan itu, proses akhir ini seperti momen-momen istimewa yang harus diselebrasi, pikirnya. Tapi dengan cara yang beda dan meaningful. Akhirnya diputuskanlah (secara sepihak; karena ini ide dia pribadi saja) untuk membuat sebuah gerakan #BotakinShofwan. Saya masih ingat, tagar atau hashtag itu dipopulerkan bersamaan dengan momen yang serupa. Waktu pernah ada challenge di instagram dengan tagar #ChildCancerAwareness, dimana tiap akun memasang karakter-karakter kartun sebagai bentuk dukungan terhadap para pejuang kanker, terkhususnya anak-anak.

“I Intend to populate instagram with children’s character for ChildCancer Awareness. Give me a like and I’ll assign you a character. #ChildCancerAwareness

Dan si Shofwan, teman saya yang kalau udah menulis amboooinya luar biasa ini, mengajak teman-teman dekatnya untuk menambahkan kata-kata di atas, sebagai langkah awal pengenalan #Botakin Shofwan.

Sekalian dukung #BotakinShofwan buat donasi bantuin para pejuang mimpi di ruang bermain Maya Ananta RS.Moewardi.”

Jeng jeng jeng jeeeng. Pertanyaan mulai bermunculan dari para pembaca di seluruh dunia 😀 Selang dua minggu setelahnya, mulai dipublikasikanlah gerakan ini. Sedikit banyak saya ikut berkontribusi sebagai komentator pre-published. Hahaa..

Mungkin teman-teman bisa menilik website www.kitabisa.com/botakinshofwan . Sekilas saya ulas, kitabisa.com ini sebuah wadah yang diprakarsai anak bangsa, bang Alfatih Timur, untuk menampung berbagai sumber yang menggalang dana untuk sebuah kebaikan. Bisa berupa penggalangan dana untuk korban bencana alam, pengumpulan donasi untuk orang-orang di daerah pedalaman, hingga donasi untuk orang-orang yang sedang berjuang melawan rasa sakit seperti #BotakinShofwan ini. Gerakan ini diperuntukkan kepada anak-anak pejuang kanker di RSUD Dr. Moewardi Solo yang menghabiskan sebagian banyak dari waktunya untuk proses pengobatan. Menunggu gilirannya, mereka sering bermain bersama fighters lainnya di Ruang Bermain Maya Ananta. Sebuah ruangan yang desain interiornya sangat menggambarkan keceriaan, kebahagiaan dan keinginan untuk tidak berhenti tersenyum 🙂

Gerakan ini diperuntukkan kepada anak-anak pejuang kanker di RSUD Dr. Moewardi Solo yang menghabiskan sebagian banyak dari waktunya untuk proses pengobatan.

Pasti teman-teman sering mendengar, ‘sehat itu mahal’. Tapi mungkin akan lebih merasakan kebenaran kata-kata itu ketika sudah pernah merasakan sakit. Semua yang kita biasa lakukan, terhambat karena kondisi diri tidak se-fit biasanya. Apalagi jika sakit yang diderita tergolong ‘berat’, seperti yang dialami adik-adik di Maya Ananta ini. Orang dewasa saja merasa ini perjuangan yang luar biasa, apalagi bagi mereka yang berada di tingkat usia bermain tetapi harus mengorbankan kesenangannya demi kesembuhan. Tidak hanya kehilangan waktu bermain dan belajar, kekuatan fisik pun akan sering tidak stabil dan efek samping dari pengobatan lainnya mulai dirasakan. Kehilangan rambut, misalnya. Lama-kelamaan rambut akan rontok, tidak jarang yang mulai malu unjuk diri karena penampilan barunya.

Banyak kejutan dari #BotakinShofwan

Shofwan punya sebuah ide yang bentuknya semacam simbolisasi, bahwa penampilan itu bukan segalanya. Yang terpenting adalah semangat dan kepercayaan diri. Yang ga berambut ga cuma adik-adik, kok. Nih, kakak ikutan style kamu nih sekarang. Kehilangan rambut bukan berarti kehilangan semangat!

Nih, kakak ikutan style kamu nih sekarang. Kehilangan rambut bukan berarti kehilangan semangat!

Simbolisasi ini rasanya akan lebih lengkap jika teman-teman dan kerabat ikut membantu menambah semangat adik-adik di Maya Ananta. Bukan ajakan botak bareng, tapi lebih kepada bantuan finansial berlandaskan keikhlasan dan doa untuk mereka. Nantinya bantuan ini akan diwujudkan dalam bentuk kebutuhan adik-adik pejuang disana. Pada minggu-minggu awal gerakan ini dipublikasikan empunya, baru disebarkan ke teman-temannya saja. Ternyata respon positif begitu banyak berdatangan, hingga mencapai target awal/step 1. Target terus meningkat seiring publikasi yang terus menyebar ke berbagai pihak. Nominalnya bebasss semampu dan seikhlas para donatur, dan enaknya lagi prosedurnya yang ditawarkan  www.kitabisa.com tidak merepotkan calon donatur. Simply easy!

Selain donasi berupa angka-angka, ternyata ada juga yang menghubungi empunya #BotakinShofwan untuk ikut berdonasi tapi dengan ikut ‘bersimbolisasi’ a.k.a ngebotakin rambut mereka. Satu di antaranya adalah teman seperguruan saya juga, Emiliyana. Iya, cewe. Rambutnya hitam kelam luar biasa indahnya. Dia membuat kesepakatan awal, rambutnya dipotong pendek (awalnya panjang rambutnya sebahu) kalau donasi mencapai Rp.5jt. Tapi kalau mencapai Rp.10jt, Emil bersedia ngebotakin rambutnya. Ya Rabb, gemes sebenarnya melihat rambut ala-ala iklan shampoo-nya Emil, tapi kebesaran hatinya luar biasa lebih indah lagi. =”)

emil

26385

Adik-adik pejuang kanker bersama kakak-kakak volunteer di Ruang Bermain Maya Ananta (Sumber : http://www.instagram.com/shofwanmuis)

Dengan “pasukan yang digerakin Allah” (katanya Shofwan), insyaAllah jeda waktu donasi tinggal 15 hari lagi…. Time flies so fast, dan dalam waktu 1 bulan lebih ini, donasi yang sudah terkumpul sudah sebanyak ini !!!!

kitabisa

http://www.kitabisa.com/botakinshofwan – Latest updated on Jan 31st 01:58

Dengan nominal yang sudah segitu, it means Emil ikutan botak! Dan yang turut serta bersimbolisasi dengan ‘ngebotakin’ dirinya, menurut empunya gerakan, sudah 10 orang!!! Masya Allah… SEE? Masih banyak orang baik di dunia ini, kalau kamu perlu bukti lagi. Tidak semua yang jelek-jelek makin marak sekarang ini. Di balik keterpurukan moral issues, saya percaya akan kebaikan yang juga akan menghasilkan kebaikan lainnya, yang dapat mengubah dunia ini menjadi lebih sejuk. Tidak lagi dibaluti dengan kekerasan dan persepsi-persepsi negatif. Dan semua usaha ini, dibayar sepenuhnya oleh Yang Diatas.

Melalui blog ini saya turut menyebarkan informasi positif ini kepada teman-teman pembaca. Info lebih lanjutnya silahkan mengunjungi link http://www.kitabisa.com/botakinshofwan , cara melakukan donasi pun sudah dijelaskan disana. Tidak henti-hentinya saya mengajak untuk melakukan sebuah kebaikan even sekecil apapun, karena kebaikan itu akan berdampak baik pula untuk kita, insya Allah.

Di balik keterpurukan moral issues, saya percaya akan kebaikan yang juga akan menghasilkan kebaikan lainnya, yang dapat mengubah dunia ini menjadi lebih sejuk.

Fighters ini punya mesin pencipta semangat yang kerjanya berlipat ganda dibandingkan mesin kita.

Dan sekali lagi, teriring doa berbalut semangat untuk para pejuang kanker di seluruh dunia, terkhususkan pada adik-adik di Maya Ananta. Tidak bisa dipungkiri bahwa suatu penyakit akan dihadapi oleh yang merasakan(sakit)nya. Kita, orang-orang di sekitarnya, hanya bisa menyuntikkan semangat bagi mereka untuk menghadapi itu semua. Tapi suntikan itu akan berpengaruh secara psikologis, saya mengalami benar hal ini. Fighters ini punya mesin pencipta semangat yang kerjanya berlipat ganda dibandingkan mesin kita. Jadi yang sekarang merasa sudah berada di titik terendah dan ga punya semangat lagi buat naik, cetek banget. Adik-adik kita ini mengalami proses yang lebih berat, bahkan di usia yang sangat dini, punya stok semangat yang besar!

Jadi mulailah melakukan sesuatu yang kiranya kamu dapat membantu dirimu dan orang lain tersenyum. Yang Shofwan lakukan ini, misalnya. Dari senyum, ada rasa bahagia, bangga, lega, dan harapan yang tidak akan kamu kira-kira, bisa menjadi perubahan besar. Seperti kutipan dari seorang anak hebat, Anne Frank (next time kita obrolin orang hebat ini, insyaAllah), “How wonderful it is that nobody need wait a single moment before starting to improve the world”. Betapa luar biasanya ketika seseorang tidak perlu menunggu lama untuk memulai sesuatu yang dapat memperbaiki dunia. Dan semoga kamu menjadi salah satu perpanjangan tangan Tuhan untuk sebuah kebaikan ini 🙂

“Kids Should Be Smiling, Not Fighting Cancer”

Salam,

Saya.

310117.while completing my missions_on Tue.

Advertisements
Tagged , , , , , ,

Masih Banyak Orang Baik (1)

Belum jadwalnya ngeblog (sesuai planing), tapi gapapa lah yaa.. biar ntar part 2 nya bisa di posting sesuai jadwal. Karena part 1 ini menurut saya sharingable banget 😀

Berawal dari niatan/resolusi saya untuk 365 hari tahun ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya ingin menjadi seperti mata air; menghasilkan, tapi juga mengalirkan.

Salah satu niat yang terngiang-ngiang sejak akhir tahun lalu adalah, saya ingin mencoba memberikan sesuatu untuk orang lain, walaupun pendapatan saya secara materi belum bisa dibilang pantas untuk seorang dermawan. Dan hati kecil berbisik,”Tidak harus dengan materi kalau memang berniat memberi.” Wah! Pintar juga hati kecilku. Singkat cerita, mencari akal.. Apa ya yang saya punya, ‘turah-turah’ (kelebihan), dan bisa dimanfaatkan orang yang membutuhkan.

Awalnya dimulai dari buku-buku. Lama-lama bukunya habis juga. Alih fokus ke pakaian pantas pakai. Lama-lama juga habis. Sampai akhirnya #throwback ke kegiatan2 yang sering saya ikuti sejak SMA sampai sekarang. Red Cross. Dan ini menjadi sebuah insight, “Wah bener juga! Yang ini walaupun dikasih ke orang lain, masih bisa terbentuk lagi selama masih sehat : BLOOD. Tersadar dengan ide ini, saya juga sudah pernah beberapa kali menjadi pendonor. Jadi mungkin ‘sharing moment’ melalui donor ini bisa kembali saya rutinkan.

Deal. Sekitar minggu lalu akhirnya saya menunaikan resolusi ini, premier in 2017! Alhamdulillah terealisasi, mengingat biasanya banyak planing tapi hanya berakhir menjadi wacana 😀 Nah. Korelasinya dengan judul blog ini, bukan saya yang dibilang orang baik itu. Tapi orang lain yang saya jumpai di lokasi donor darah ini.

Saya tiba di kantor PMI agak siang, karena ritual berbenah rumah tidak bisa ditinggalkan sebelum selesai. Karena berangkat dari rumah, saya pun sendirian. Sekadar informasi, buat yang mau donor, harus diperhatikan syarat2nya. Jangan mendonor saat sedang tidak enak badan, saat BB <50, saat menstruasi/nifas bagi perempuan, saat baru saja mengalami operasi/rawat inap, dll. Jadi semua syarat ini harus jujur diisi di dalam formulir, sebelum tes darah dilakukan.

Nah. Saat saya sedang mengisi formulir itu, saya diajak ngobrol dengan seorang bapak-bapak. Beliau kelihatannya sudah selesai melakukan pendonoran, bersiap-siap pulang setelah energi terkumpul lagi.

B : Sendiri aja Mbak?

S : Iya Pak, tadi kebetulan dari rumah.

B : Hoo.. Besok-besok teman-temannya diajakin donor bareng aja Mbak.. Kan bagus, kita bantu orang, kita juga makin sehat. Darah kita ga mandheg to, lebih fresh malah.

S : Wah iya Pak. InsyaAllah kapan-kapan saya ajak teman2.. Bapak sudah selesai?

B : Osudah (ngeliatin bekas suntikan).. Saya ya Mbak, walaupun saya kayak gini (nunjuk dari kepala ke arah kaki) tapi selama saya fit saya donor terus. Ini tadi PMInya minta data saya untuk apa gitu karena udah 100x lebih..

S : MasyaAllah udah lama ya Pak langganan donor?

B : Alhamdulillah.. Sering juga itu saya dipanggil kalau mendadak butuh donor goldar saya. Jadi Mbak, donor tu ga ada ruginya. Saya merasakeun betul efeknya. Dulu saya 1×90 hari, tapi sekarang sudah bisa 1×60 hari (ga tau kenapa, tapi ini dibolehkan pihak PMInya). Rasanya lebih segar. Kitanya juga, mudah-mudahan ya, dapat barokahnya juga, ya to Mbak?

S : (mangut-mangut sambil senyum-senyum) Aamin.

B : Mbaknya kalau bisa dirutinkan juga.. Masih muda, lebih bagus malah. Teman-temannya diajak, biar sehat bareng 🙂 yaudah saya pamit ya..

S : insyaAllah Pak 🙂 🙂 🙂 (ini wujud ekspresi saya senyumnya lebarrr banget membalas saran si Bapak, hahaa) Makasi banyak Pak, sehat2 terus nggih Pak.. Hati-hati..

 

Hmmmmmmm…… got any values from here? Gatau mau bilang apa, niat saya (yang belum saya share ke siapa-siapa) diperkuat oleh si Bapak. Beliau, adalah satu dari banyak orang baik di dunia ini. Dan btw, ternyata Bapak itu berjalan agak (maaf) pincang, entah karena dampak penyakit atau kecelakaan. Pantaslah beliau tadinya menunjuk kaki s.d kepalanya. Secara fisik, beliau tidak terlihat normal, tapi psikisnya lebih baik daripada orang berfisik normal yang terlalu egois memikirkan diri sendiri….. Selama donor saya senyam-senyum sendiri, walaupun cewe sendiri kebetulan, bodoamat, ‘i am doing something I love’ 🙂

 

Melalui blog ini…. saya ingin menunaikan niat berbagi itu ke teman-teman. Fyi buat yang belum merasakan, ketika sedang kritis dan butuh tambahan darah tapi stok darah habis, itu masa-masa pertaruhan nyawa. Kalau stok habis, goodbye to the world. Jadi selama sehat dan qualifued, ga ada salahnya ikut menambah stok darah untuk mereka yang membutuhkan. Dan buat yang belum donor karena alasan takut, don’t be! Kaga ada sakit-sakitnya.. tarik nafas dalam-dalam waktu petugas PMInya masukin jarum. Then it will be fine. Selamat mencoba untuk berbagi. Ga cuma sehat fisik, jiwa juga setingkat lebih sehat karena sudah melakukan sesuatu yang valuable. Semoga kita semua dalam keaadaan sehat selalu. Aamiin.

.

Salam,

Saya.

 

 

Solo, 21012017, while waiting for my friend picking me up in the middle of rainy day.

Kalah dari Si Penggoda

Sulit memang menjaga komitmen.

Sulit memang menjaga komitmen. Butuh hati yang super kuat, anti bocor, anti karat, anti kusam! Ketika memutuskan sesuatu untuk menjadi sebuah komitmen, di saat itulah setan (baca :si penggoda) punya beribu cara untuk melancarkan misinya. Misinya sederhana : menegakkan keburukan dan menumpas kebajikan! Semua yang baik-baik yang kita niatkan pasti adaaa saja ujiannya. Dan benteng iman kita sekonyong-konyong rapuh. Iya apa iya? Hahaa.. Tapi suatu saat teman-teman pasti juga pernah merasa melakukan sebuah kebaikan, atau minimal sebuah niat yang baik yang tertunaikan. Coba berbagi disini, bagaimana rasanya? Hatinya lebih lega ga? Tangannya lebih ringan ga? Stresnya hilang ga? Semua itu, kalau logikanya saya sih, terasa saat dia (penggoda) mengalami kegagalan dalam menjalankan misinya. Kita sudah meraih kemenangan dengan menunaikan sebuah kebaikan. Barakallah ❤

Misinya sederhana : menegakkan keburukan dan menumpas kebajikan!

Contoh simplenya : wacana mengisi blog seminggu sekali (pengalaman pribadi, hahaa). Bisa dilihat di bawah-bawah postingan ini, postingan saya berdebu luar biasa. Coba lihat postingan yang di awal-awal tahun (mostly bulan Januari). Tertulis ataupun tidak, saya masih ingat, beberapa tahun belakangan saya membuat resolusi tahun baru dengan meniatkan diri untuk mengembalikan hobi lawas saya (menulis), tapi dengan versi yang lebih maju (mengetik). Teknologi memang memudahkan kita, ya dalam hal ini : saya, dalam berkegiatan. Coba bayangkan pikiran yang belepotan ini saya tulis di atas kertas, pasti adegan saya di depan meja akan selalu tulis-sobek-buang-tulis-sobek-buang, hahaa.. Dengan teknologi, ketika saat ini (truely happened!) saya punya ide, saya tulis, tapi kalau jelek, ga masalah. Bisa klik ‘backspace’ atau ‘Del’. Kalau kepikiran ternyata ide yang sebelumnya lebih bagus, tinggal gandengkan ‘Ctrl+Z’ (selama belum ‘Ctrl+S’ ajasihyaa), tanpa harus menggumpalkan kertas menjadi bola dan mengulang lagi menulis dari awal. Thanks to technology for that.

Oke, terlepas dari kemudahan yang teknologi berikan dalam merealisasikan hobi lawas saya, masih saja good habit itu sulit terealisasi. Nah, ini korelasinya dengan yang tadi : ada si penggoda! Over 1 year, niatan baik untuk membiasakan diri menuangkan ide-ide ke dalam tulisan, ditutup-tutupi dengan menyibukkan saya dengan hal-hal lainnya. Padahal super sederhana untuk merealisasikannya. Tidak ada tuntutan harus menulis berapa kata, harus pakai margin berapa, harus menulis dengan tema apa,…. it’s just me. Tapi si penggoda sudah handal mengalihkannya, bahkan dari komitmen yang saya buat untuk diri sendiri. Ga habis pikir gimana jadinya kalau saya membuat sebuah komitmen untuk orang banyak kalau saya masih lemah seperti ini. Ada berapa penggoda yang siap menerkam saya. I die already x_x

 

photogrid_1444041741504_1

Ya. Saya mengaku kalah dalam menunaikan komitmen saya.

Baiklah. Jadi ini seperti pernyataan kekalahan ya? Ya. Saya mengaku kalah dalam menunaikan komitmen saya. Apologize to my blog, bahkan pernah terpikirkan menghapus akun ini karena selalu kalah dengan kesibukan-kesibukan dan mood yang naik-turun. Super lemah memang saya, segitu aja langsung kalah. Bismillah, saya akan kembali meniatkan diri untuk melakukannya lagi.  Penggodanya mungkin ketawa-ketawa ngejek ‘sok atuh coba aja. Aku cowel dikit paling gagal lagi kamu mah.’ Satu kata : bodoamat. Niat baik harus terus diusahakan seberat apapun penghalangnya. Kali ini, bantu saya untuk menghidupkan habit ini kembali. Karena suatu saat, saya bercita-cita menularkan habit ini seperti penyakit yang ditularkan virus melalui udara. Menebarkan sesuatu yang baik, sepertinya menarik kan? 🙂

……

Kesannya lebay banget yaa??? Mau rutin nulis aja ampe pergolakan hati segala kayak gitu, hahaa.. Ya tapi ini curahan hati saya sih,teman-teman. Mungkin teman-teman juga pernah mengalami hal ini tapi dengan problem yang berbeda. Tadi itu hanya contoh simple saja yang saya rasakan saat bergelut dengan penggoda. Ada banyak godaan yang saya, dan kamu, rasakan pastinya setiap kali berbuat kebaikan. Ya apa Ya? 😉

Semua orang merasa melakukan sesuatu yang baik, tapi tidak semua yang kita lakukan dinilai baik oleh orang lain. Pun ketika ingin mewujudkan kebaikan, ada rasa ragu-ragu untuk melakukannya karena tidak lazim dilakukan orang lain. #nextpost

Nah, ngomong-ngomong soal kebaikan… Saya punya sekelebat cerita yang ingin saya sharing dengan teman-teman pembaca. Mungkin akan dijadikan sebuah, atau banyak buah postingan di lain hari. Semua orang merasa melakukan sesuatu yang baik, tapi tidak semua yang kita lakukan dinilai baik oleh orang lain. Pun ketika ingin mewujudkan kebaikan, ada rasa ragu-ragu untuk melakukannya karena tidak lazim dilakukan orang lain. Seperti apa ya sharing topic selanjutnya? Tunggu! [ane]

 

Yogyakarta, norestontuesday, 170117 *wah ternyata tanggal cantik*

Tagged , , , , ,