Jika saja Ibu Kartini tidak bisa tulis-baca …

1461259471090Perempuan adalah seorang yang multitalenta. Betapa tidak, tanpa melihat profesi kerjanya, seorang perempuan telah memerankan banyak figur dengan skenario yang tidak kalah complicated.

Berbicara tentang perempuan dewasa, ia adalah seorang anak yang mendapatkan persyaratan ini-itu dari orang tuanya. Mendapatkan petuah betapa rapuhnya seorang anak gadis di dunia luar dan betapa pentingnya menjaga diri dan hati. Ia juga seorang makhluk sosial yang sangat sensitif sisi emosionalnya. Dibandingkan dengan si lawan jenis, perempuan lebih banyak mengeluarkan air mata di saat sedih maupun bahagia. Namun ironisnya, permainan emosi ini jika tidak stabil pun bisa berujung murka. Beruntungnya, bagi mereka yang memaknai multi-perannya, akan dengan mudah mengaduk rata kembali adonan emosi yang failed tadi kembali indah. Keegoisan tidak dapat mengalahkan kekuatan seorang perempuan, kecuali jika ia telah meruntuhkan kepercayaan terhadap diri sendiri.

Menginjak dunia barunya, kelak ia akan menjadi seorang isteri, menantu, dan ibu. Betapa spesialnya peran-peran ini, yang walaupun belum aku alami secara personal, tapi aku menyakini kelak aku akan belajar banyak dari semua gerak-gerik ibuku.  Proses adaptasi yang super ekspres harus dikuasai oleh semua perempuan. Beradaptasi dengan kepribadian pasangan, dengan interaksi bersama keluarga pasangan, juga dengan perubahan diri menjadi seorang ibu dari anak-anaknya. Tidak hanya memperoleh keturunan, namun seorang perempuan bertanggung jawab merawat anak-anaknya secara fisik maupun mental. Ditambah dengan peran sosialnya di lingkungan tempat tinggal dan profesi masing-masing, life is not that easy to follow.

Semuanya, hanya perempuan yang bisa merasakannya. Dibalik komplikasi ini, rasa salut yang besar kuhaturkan kepada para perempuan multitalenta yang pernah kutemui. Apresiasi ini entah dengan apa dapat kusampaikan, tapi aku bersyukur sesosok perempuan di zaman dahulu, telah membukakan mata dunia tentang betapa mulianya perempuan dan betapa pentingnya seorang perempuan memiliki pengetahuan yang tinggi. Raden Adjeng Kartini dikenal sebagai simbol emansipasi perempuan, khususnya perempuan Indonesia. Mengapa perempuan harus berilmu tinggi? Jawaban ilmiah sederhana dapat membayar pertanyaan ini : demi masa depan. Kelak para perempuan ini akan menyandang peran sebagai ibu, yaitu ibu dari anak-anaknya secara biologis. Keturunan yang cerdas pastilah berasal dari kedua orang tua yang juga berciri sama. Tidak hanya sang ayah, gen ibu pun akan meningkatkan kualitas si anak. Pun, dalam masa tumbuh kembang si anak, ibu lah yang akan lebih memperhatikan segala kebutuhan anak dibandingkan ayah. Gizi, pendidikan moral, proses belajar motorik anak, semuanya tentang anak akan diberikan dengan benar jika si ibu berpengetahuan tinggi. Ketidaktahuan dalam hal-hal kecil ini mungkin tidak diperhatikan, tapi sensitivitas seorang ibu begitu luar biasa untuk hal semacam ini. Maka kelak jika kita sudah berhasil, ingatlah ini bukan 100% usahamu. Ada pengorbanan yang luar biasa dari sang ibu, yang tidak kita lihat, telah membentuk kita menuju seperti hari ini.

Sekali lagi, kekagumanku masih belum hilang untuk Ibu Kita, Kartini, untuk semua curahan hati dan inspirasinya tentang perempuan di masanya. Jika saja Ibu Kartini dulu tidak bisa tulis-baca, mungkin paradigma terhadap perempuan masih sebatas dapur-kasur saja. Jika saja Ibu Kartini tidak berani mengutarakan kegelisahannya, mungkin panggung-panggung prestasi tidak dapat merasakan kelembutan langkah kaki perempuan seperti masa kini. Terima kasih untuk perjuangannya, Ibu Kartini. And I thank you, all the ladies, for each parts of love you had shared with. Salam. (attheendof210416)

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: