[psikologi] MUSIK : Seindah itukah?

Saat gundah, bahagia, sedih, dan saat-saat lainnya, banyak orang yang mencari dukungan lewat musik. Don’t you think? Coba diingat-ingat deh.. Pas lagi galau, bete nungguin gebetan jemput, stres dikejar deadline tugas, kangen ayah-ibu, dan sebagainya. Di saat feeling sedang acak-adul kayak gitu, tiba-tiba atau dengan sengaja dengar lagu yang liriknya “kita banget”, dan lagu itu pun diputer berkali-kali sampe bosan. See?
Apalagi buat yang bisa main musik, aplikasi afeksi itu dengan spontan akan tersalurkan melalui gerakan-gerakan jemari serta alunan tiupan nada yang senada dengan perasaan.

art&psklgy

Dan ternyata, ada cabang ilmu psikologi yang membahas khusus tentang hal semacam musik. Bahwa sesungguhnya musik tidak hanya bentuk alunan suara atau variasi nada yang dilakukan para pemusik saja, penikmat musik pun juga dapat merasakan betapa musik itu mengena pada dirinya. Musik tidak hanya sekadar seni, tetapi lebih daripada itu, besar pengaruhnya terhadap psikis juga 🙂
Sebuah sumber yang saya peroleh mungkin dapat membantu menambah wawasan teman-teman semua tentang ini …

http://ruangpsikologi.com/warna-warni-emosi-dalam-musik/

Menurut Alf Gabrielsson, seorang ahli di bidang psikologi music, untuk memahami ekspresi emosi dalam musik, kita perlu membedakan antara proses “emotion perception” dan “emotion induction”. Maksudnya, seorang pendengar musik dapat saja menangkap ekspresi emosi dari sebuah musik tanpa perlu mengalami emosi itu sendiri. Proses inilah yang dimaksud dengan emotion perception atau persepsi emosi yang terkandung dalam musik. Itu artinya ada nilai “objektif” dari fungsi emosional musik, yang membuat kita sebagai pendengar dapat mengenali musik yang bernuansa ‘sedih’, ‘gembira’, ‘relaxing’ , dsb. Lebih jauh lagi, saat mendengar sebuah musik, kita dapat ‘mengalami’ emosi tertentu. Inilah proses emotion induction, di mana musik membawa kita hanyut dalam emosi tertentu. Seseorang, karenanya, dapat dengan bebas memberikan respon emosi terhadap musik yang didengarnya. Secara gamang, emotion perception dimaksudkan sebagai kerja intelektual (sebatas proses persepsi kognitif) sementara emotion induction melibatkan respon emosional (apa yang dirasakan saat mendengar musik tertentu).

Mungkin belum banyak ilmu yang saya dapatkan tentang psikologi musik ini, referensi terpercaya lainnya akan segera saya buru dan di-share-kan sesegeranya. Keep working creatively, guys 😉

_psychologist-wanna-be_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: